Diduga Keracunan, Siswi SD Rawat Inap

9 siswi SD N 1 Dadapayu, Semanu, Gunungkidul terpaksa dirawat di Puskesmas 1 Semanu setelah mengalami muntah-muntah pasca mengkonsumsi agar-agar kemasan. Semua anak berasal dari kelas 6 yang baru menjalani try out disekolahnya, Kamis (16/2). Saat ini masih ada 4 anak menjalani rawat inap, sedangkan sisanya rawat jalan.

 Menurut Maya (12) salah seorang siswi SD Dadapayu yang terpaksa rawat inap, pagi itu dia bersama teman-temannya tengah menjalani try out di sekolah. “Awalnya kita ikut try out, namun sebelumnya kita jajan agar-agar di warung. Rasanya sih enak, namun ketika hamper habis rasanya menjadi agak pahit. Terus ketika ikut try out, mendadak kepala terasa pening dan perut saya mual, akhirnya muntah-muntah ditoilet. Karena nggak kuat, akhirnya dilarikan ke Puskesmas sini oleh bu guru.” Katanya.

Sedangkan menurut karyawan Puskesmas Semanu I yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa memang benar ada 9 siswi SD Dadapayu yang dirawat. “Memang ada 9 anak yang dirawat, namun akhirnya hanya 4 anak yang rawat inap karena kondisinya belum memungkinkan untuk pulang. Sedangkan 5 anak lainnya sudah pulang dan hanya menjalani rawat jalan saja. Dari gejalanya yang muntah dan mual, diduga anak-anak ini keracunan makanan.” Tuturnya.

Terpisah, Kapolsek Semanu, AKP Sunu Pranowo kepada wartawan menyatakan memang ada 9 siswi SD yang terpaksa dirawat setelah mengonsumsi agar-agar, “Saat ini masih dalam penyelidikan kita bersama Polres. Diduga kesembilan korban keracunan dan kita sudah mengamankan 40 gelas agar-agar sejenis dari pedagang tempat anak-anak itu jajan. Namun kita belum bisa menyimpulkan kalau makanan ringan itu beracun dan harus menunggu uji laboratorium BP POM. Sebab dari data yang kita peroleh, agar-agar produksi Klaten itu masa kadaluwarsanya hingga 2013 mendatang.” Terang kapolsek. (on/gwp)

SERTIJAB KAPOLRES GUNUNGKIDUL, IKSAN AMIN GANTIKAN ASEP NALALUDIN

Gunungkidul, Sorot Gunungkidul

Rencana Serah Terima Jabatan Kapolres Gunungkidul dari AKBP Asep Nalaludin ,SIK.MSi kepada AKBP Iksan Amin,SIK dilaksanakan di Mapolda DIY (7/2).Selanjutnya Asep bertugas di Polda Banten sebagai Wadir Intel, sedangkan Iksan yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Binkar Polda DIY menggantikan Asep sebagai Kapolres Gunungkidul.

“Acara Pisah Sambut Kapolres Gunungkidul akan di laksanakan hari Kamis malam (9/2) di Mapolres Gunungkidul, Saya mengucapkan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Gunungkidul bila ada kesalahan dalam bertugas melayani selama ini”,Ungkap AKBP Asep Nalaludin,SIK.MSi.(6/2)

Asep Nalaludin selama bertugas di Gunungkidul banyak berperan dalam mengamankan berbagai demonstrasi yang di lakukan masyarakat Gunungkidul, diantaranya demonstrasi besar yang di lakukan masyarakat penambang Gunungkidul dan demonstrasi warga Grogol, Bejiharjo,Beberapa hari sebelum  di gantipun berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan sadis yang terjadi di Kecamatan Panggang dalam tempo tak lebih dari seminggu. (oon)

TAK PUNYA DATA HASIL PRODUKSI KAPAL HANDAYANI, BENARKAH ?

Wonosari, Sorot Gunungkidul

Kepala UPT TPI Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul, Arif mengaku tak memiliki data hasil produksi masing-masing kapal yang ada di Gunungkidul. “Saya tak mendapat laporan secara rinci berapa hasil produksi tiap-tiap kapal yang ada, termasuk kapal milik pemkab, Handayani yang berjumlah 5 kapal itu, kami hanya menerima data dari petugas TPI secara global saja,”,Ungkap Arif.

Beberapa waktu sebelumnya, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gunungkidul, Suwarno ketika di temui di kantornya menjelaskan bahwa 5 Kapal Handayani milik Gunungkidul berdasarkan kontrak kerjasama mendapat 20% dari hasil penjualan ikan, nelayan mendapatkan 70%, dan 10% lagi untuk biaya perawatan kapal.”Datanya ada di UPT TPI,Silahkan temui Kepala UPTnya pak Arif”,Jelasnya.

Pendapatan bagi hasil operasional Kapal penangkap ikan Handayani masuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul dengan target pendapatan Rp 40.000.000,00 per tahun. 5 Kapal berkekuatan masing-masing 10 GT di operasikan oleh kelompok nelayan Sadeng dengan perjanjian kontrak kerjasama dengan pemkab Gununungkidul.(oon)